Seorang bayi yang baru beberapa hari dilahirkan dibuang oleh orang tuanya di tempat sampah. Berita itu tertulis di sebuah harian Kota….. apa yang terlintas dalam pikiran anda?. Kata yang terucap tentu adalah rasa kasihan pada bayi tersebut. Dan seandainya mampu maka kita ingin mengambil dan mengasuhnya bagai anak kandung sendiri. Perasaan yang demikian itu adalah apa yang disebut empati.Sebenarnya apa sih empati? Bagaimana empati bisa kita miliki? Adakah perlu pelatihan diri untuk mendapatkannya?
Empati berasal dari bahasa Yunani “empathea” yang berarti “ketertarikan fisik” sehingga dapat didefinisasikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi dan merasakan perasaan orang lain. Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaanatau pikiran yang sama dengan orang lain atau kelompok orang lain.
Empati tidak terbatas pada rasa perasaan. Sebab pengalaman manusiawi yang ditandai dengan sebutan empati tersebut tidak terbatas pada perasaan saja. Empati juga . membuat orang melibatkan diri. Empati membuat orang bertindak. Jadi empati adalah kemampuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana perasaan orang lain dan berperan dalam pergulatan tsb.
Kemampuan berempati dibangun atas 3 dasar :
(1) Kesadaran diri.
Menurut Daniel Goleman semakin terbuka seseorang terhadap emosi diri sendiri, maka semakin terampil
orang tersebut berempati.
Menurut Daniel Goleman semakin terbuka seseorang terhadap emosi diri sendiri, maka semakin terampil
orang tersebut berempati.
(2) Kemampuan orang untuk membaca pesan non verbal orang lain.
Sebagaimana kita ketahui emosi jarang diungkapkan dengan kata-kata pada umumnya diungkapkan melalui isyarat, maka kemampuan untuk membaca pesan-pesan non verbal seperti : nada bicara, gerak gerik, ekspresi wajah, sikap diam dsb adalah kuncinya.
(3) Kepekaan daankepedulian pada orang lain.
Dasar ketiga ini berakar pada belas kasih sesama manusia. Sulit dibayangkan bagaimana seseorang dapat peka dan peduli kemudian terlibat sungguh-sungguh dalam pergulatan hidup sesama tanpa adanya belas kasih kepada mereka. Belas kasihlah yang mendorong orang secara suka rela mau terlibat dalam pergulatan hidup orang lain, peka dan peduli pada kebutuhan mereka, Tidak adanya belas kasih pada sesama amat nyata terlihat pada para psikopat, kriminal, pemerkosa dan para pecandu tindak kekerasan, terutama kekerasan dalam keluarga.
Empati sangat kita butuhkan.Karena akan membuat kita terbiasa melihat sesuatu dari sisi lain. Empati akan membuat kita bisa cepat memisahkan orang dan masalahnya. Dengan empati akan mendorong kita untuk lebih bagaimana menyelesaikan masalah daripada bagaimana menyerang orang.
Orang yang tidak mampu berempati akan menjadi kegagalan bagi dirinya. Sedang kan orang yang memiliki ketrampilan berempati lebih pandai menyesuaikan diri secara emosional, lebih popular bahkan mereka umumnya sukses dalam hubungan asmara dan dalam kehidupan sosial meskipun IQ mereka biasa-biasa saja. Untuk itu perlu berlatih berempati dengan cara :
(1) Melatih diri untuk sadar diri/peka pada diri sendiri
(2) Melatih diri memandang permasalahan dari sudut orang lain
(3) Melatih diri membaca pesan-pesan non verbal orang lain
(4) Melatih diri terlibat dalam pergulatan hidup orang lain
Karena pentingnya menumbuhkan empati pada diri saya , maka saya ingin berempati kepada mereka yang ingin menambah penghasilan dengan modal ringan tapi penghasilan memuaskan yaitu dengan mengajak bergabung di jaringan kami dBCN . Jaringan kami adalah bisnis online canggih dan tersistematis. Hanya dengan Rp 39.900,- mendapat training gratis dan uang puluhan juta per bulan. Tertarik ? Klik sekarang di www.dbc-network. com/index.php?id=solehah








0 komentar:
Posting Komentar